Langsung ke konten utama

iKATAN SPG MAGETAN 1981

Reuni yang telah diadakan tanggal 10 Juli 2016, nampaknya membawa kenangan yang sangat luar biasa. Telah sekian lama tak berjumpa dan sekali jumpa sudah sudah 35 tahun berlalu tanpa bersua. Sekali bersua ternyata sudah berbeda rupa dan usia serta anggota. Sudah ada yang menjadi embah alias punya cucu dan ada pula yang beru berstatus bapak.
Namun perbedaan itu semakin mempererat benang pisah yang sudah lama berserakan. Ada yang ada di Surakarta ada yang juga di Jember sda juga yang ada di Gresik dan ada juga yang kembali ke pangkuan ibu pertiwi alias pulang kampung.
Dengan reuni yang sangat luar biasa itu, akhirnya ada keinginan untuk  membentuk ikatan sebagai wadah aspirasi dan kegiatan sosial yang para alumni SPG Magetan 1981.
Untuk sementara kepengurusan masih melanjutkan dari kepanitiaan reunia 2016. Dengan ketua Drs, Yusuf yang dulu juga ketua OSIS. Sedangkan kepengurusan lainnya juga masih sama dan akan disusul dengan koordinator dari masing-masing wilayah. Seperti dar Grsik koordinatornya adalah Suki Dwi Rahayu.
Untuk selengkapnya akan kami tuliskan setelah ada edaran resmi dari Bapak Ketua kita.
Semoga niat untuk mempererat alumni SPG Magetan 81 menjadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi rejeki untuk kegiatan sosial.
Mari wadah IKASPEGMA 81 ini menjadikan ajang untuk berbagi dan berdharma untuk kemajuan bangsa dan negara serta keluarga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reuni Pacet Mojokerto

Reuni 2018

Takjiah di Baron

Takziah Merupakan ungkapan belasungkawa dan kehadiran fisik atau moral sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga yang berduka. Tujuan takziah meliputi beberapa hal berikut: 1. Memberi dukungan emosional: Kehadiran kita dapat memberikan kekuatan dan semangat kepada keluarga yang sedang berduka. Mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi kehilangan.     2. Menguatkan keimanan: Dengan memberikan penghiburan, kita membantu mengingatkan bahwa kematian adalah ketentuan Allah yang tidak bisa dielakkan. Ini membantu keluarga yang berduka untuk bersabar dan menerima dengan ikhlas.     3. Mengurangi rasa kesedihan: Ucapan simpati, doa, dan kata-kata penghiburan yang tulus dapat meringankan beban batin orang yang sedang berduka. 4. Menghidupkan rasa solidaritas: Takziah juga menjadi sarana untuk mempererat ikatan sosial dan rasa kepedulian antar sesama. Perlunya mengingat mati juga sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, dengan beberapa hikmah berikut: 1. Meningkatka...